GUNUNGKIDUL – Menyadari pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan yang bisa terjadi kapan saja, KHDTK Wanagama bekerja sama dengan K5L UGM menyelenggarakan Pelatihan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 17 Desember 2025, bertempat di kawasan hutan Wanagama.

Pelatihan ini diikuti oleh staf K5L UGM dan staf Wanagama dengan tujuan utama meningkatkan kapasitas serta kesiapsiagaan personel dalam menangani titik api secara efektif dan aman.
Acara dibuka pada pukul 09.30 WIB, diawali dengan sambutan dari Direktur KHDTK Wanagama, Ir. Rini Pujiarti, PhD yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas unit dalam menjaga kelestarian hutan. Sambutan juga disampaikan oleh perwakilan K5L UGM, Nunu Luthfi, yang menyoroti aspek keselamatan kerja dalam setiap upaya pemadaman kebakaran hutan maupun bangunan.

Sesi inti kemudian diambil alih oleh M. Hafiz, S.Hut. dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Manggala Agni). Peserta dibekali dengan berbagai materi komprehensif oleh para pemateri, mulai dari:
- Pengenalan Dasar-Dasar Karhutla: Memahami karakteristik api di lahan terbuka.
- Teknik Pemadaman Darat: Strategi memutus rantai penyebaran api.
- K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja): Prosedur keamanan bagi personel lapangan.
- Pengenalan Peralatan: Memahami fungsi dan cara kerja alat pemadam mekanis maupun manual.

Puncak pelatihan ditandai dengan simulasi lapangan yang dirancang menyerupai kondisi kebakaran hutan yang sebenarnya. Dalam simulasi ini, seluruh peserta dibagi ke dalam tiga tim dengan peran yang saling terintegrasi:
- Tim Pertama (Pemadaman Manual & Mekanis): Menjadi garda terdepan yang mencoba memadamkan api menggunakan pompa punggung jet shooter dan gebyok, serta bertugas membuat ilaran api menggunakan garu untuk memutus jalur bahan bakar api.
- Tim Kedua (Logistik Air): Bertanggung jawab penuh dalam memastikan ketersediaan pasokan air dengan mengisi penampungan air secara kontinu untuk mendukung tim pemadam.
- Tim Ketiga (Pemadaman Pendukung): Melakukan pemadaman sisa-sisa api dan pendinginan area menggunakan pompa air serta peralatan pendukung lainnya untuk memastikan api benar-benar padam total.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya sekadar memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga membangun koordinasi yang solid antarstaf. Dengan terlaksananya pelatihan ini, KHDTK Wanagama semakin siap menjadi garda terdepan dalam perlindungan sumber daya hutan dari ancaman kebakaran lahan.
Kontributor: Zulva UN
Dokumentasi : Wanagama & Humas K5L